B. Indonesia

Pertanyaan

adakah hal hal yang bertentangan dengan keyakinanmu sendiri dalam cerita robohnya surau kami

1 Jawaban

  • A.A Navis adalah seorang sastrawan yang berasal dari Minangkabau (nama lain Sumatera Barat). Karya-karyanya adalah banyak berupa cerita pendek dan novel yang berisikan kritik sosial. Salah satu karyanya yang monumental adalah cerpen yang berjudul “Robohnya Surau Kami”. Kalau dilihat dari judulnya, maka orang akan berpikir bahwa ceritanya berisikan nilai-nilai keagamaan, atau dengan kata lain adalah cerpen relijius.

    Akan tetapi setelah membaca cerpen ini maka, pembaca akan menemukan isi sebaliknya. Secara keseluruhan, cerpen ini adalah berisikan kritik terhadap praktek agama di Indonesia. Walaupun terkesan surrealis, karena adanya dialog antara karakter Tuhan, dengan karakter Haji Saleh. Akan tetapi, dialog tersebut juga menyimpan kandungan kritik implisit terhadap realitas praktek keagamaan di Indonesia.

    Praktek keagamaan seperti apa yang coba dikritik oleh A.A Navis dalam cerpen “Robohnya Surau Kami?” Jawabannya adalah praktek keagamaan yang membuat orang menjadi malas, dan meninggalkan kehidupan duniawi. Dalam cerita memang dikisahkan tentang seorang pemuka agama, yang meninggalkan keluarganya serta kehidupan duniawinya demi menyembah kepada Tuhan, yang dalam hal ini adalah Allah SWT.

    Di sisi lain, kritikan yang merupakan isi cerpen “Robohnya Surau Kami,” ini memiliki kemiripan dengan pandangan  salah seorang filosof yang bernama Karl Marx tentang agama. Menurut Karl Marx, agama adalah tanda keterasingan manusia, dengan agama, manusia mengasingkan diri dari kenyataan yang menindas dirinya. Lebih jauh Karl Marx mengatakan bahwa agama adalah ekspresi ketertindasan manusia.

    Kemudian, bagaimana dengan ajaran Islam itu sendiri? Apakah mendukung pengasingan manusia? Apakah ada dalam ajaran Islam bahwa manusia harus meninggalkan kehidupan duniawi? Untuk itu nanti akan ada bagian tentang eksplorasi konsep-konsep inti dalam ajaran Islam yang terkait dengan hubungan individu dengan masyarakat. Fungsi eksplorasi konsep inti ajaran Islam adalah untuk mengetahui secara lebih utuh tentang aspek individu dan sosial agama Islam.

    Selain itu, juga akan dibahas tentang sejarah masuknya Islam di ranah Minang, dan bagaimana posisi agama Islam dalam adat Minangkabau. Apakah Islam adalah hal yang utama? Sehingga semua prinsip harus sesuai dengan ajaran Islam, ataukah sebaliknya? Tujuan pengeksplorasian ini adalah untuk memahami adat Minangkabau yang telah membesarkan A.A Navis, dan mempengaruhi pandangannya tentang dunia.

    Kajian

     Untuk lebih jelasnya, ada baiknya kalau kita melihat alur cerita cerpen “Robohnya Surau Kami”. Pertama, cerpen ini dimulai dengan penggambaran latar tempat cerpen itu, yaitu sebuah surau yang berada di kampung si penulis, yang berjarak sekitar satu kilometer dari pasar. Ini adalah gambaran budaya Minangkabau bahwa pasar adalah pusat perekonomian, dan oleh karena itu terkadang juga dijadikan patokan menentukana jarak suatu tempat. Selain pasar ada surau, yang merupakan cerminan relijiusitas masyarakat Minangkabau yang mayoritas beragama Islam. Kakek yang menjadi tokoh utama cerpen ini adalah seorang Garin, atau penjaga surau, yang menjalani hidup yang asketis, yaitu bekerja tanpa pamrih, dan tidak mementingkan masalah keduniawian

Pertanyaan Lainnya